BERITA

Jaga Kondusivitas, DPRD Kendal Minta Masyarakat Sukseskan Pilkades Serentak

Jumat, 07 Oktober 2022

dprd.kendalkab.go.id - Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun meminta masyarakat tetap bergandeng tangan meski berbeda pilihan dalam penyelenggaraan Pilkades serentak yang akan digelar pada 19 Oktober 2022 mendatang.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi, sehingga kerukunan dan situasi yang kondusif di masyarakat dapat tetap terjaga.

Hal ini disampaikan ketua dewan saat menjadi narasumber sosialisasi deteksi dini untuk mengantisipasi potensi konflik sosial di masyarakat yang diselenggarakan Kesbangpol Kendal di aula kantor Kecamatan Kangkung, Jumat (7/10/2022).

"Kita sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang harus bisa menyikapi setiap perbedaan dengan baik. Apalagi menyikapi adanya perbedaan pilihan di Pilkades, tentu harus disikapi dengan arif dan bijaksana," kata Makmun.

Selain ketua dewan, sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber lain. Wakil Ketua DPRD Kendal, Ahmad Suyuti, Kasdim Kendal, Mayor Sukamto dan KBO Sat Intelkam Polres Kendal, Ipda Sanhaji.Dikabarkan, sebanyak 62 desa di Kabupaten Kendal akan menggelar Pilkades secara serentak pada 19 Oktober 2022. Untuk di wilayah Kecamatan Kangkung, Pilkades akan digelar di 5 desa. Diantaranya, Desa Truko, Kaliyoso, Sendangdawung, Gebanganom dan Jungsemi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kendal, Ahmad Suyuti. Dalam kesempatan itu, dia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan menghindari segala bentuk provokasi akibat beda pilihan di Pilkades.


Penyerahan bendera merah putih oleh Kodim dan Polres Kendal kepada perwakilan peserta sebagai simbol agar masyarakat senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.

 

"Mari kita jaga keluarga kita, lingkungan kita dan masyarakat kita untuk tetap rukun dan tidak mudah diadu domba karena berbeda pilihan," kata Suyuti.

Dia menegaskan, menjaga kondisi lingkungan agar tetap kondusif saat digelar Pilkades sangat penting untuk dilakukan semua masyarakat mengingat perbedaan pilihan adalah sesuatu hal yang biasa terjadi.

"Yang namanya Pilkades kalau sudah selesai kita tentu akan kembali ke masyarakat dan bersama-sama dalam membangun desa. Jadi, hindari yang namanya gontok-gontokan apalagi kok sampai bertengkar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kendal, Suharjo mengatakan, Kesbangpol berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi yang bisa menyebabkan konflik di Pilkades.

"Kita deteksi dini karena kita tidak mau tiba-tiba terjadi keributan saat digelar Pilkades serentak. Apalagi kemarin juga ada kebijakan kenaikan BBM. Ini juga kita antisipasi bersama," katanya.

Ditambahkan, langkah pencegahan dilakukan Kesbangpol Kendal dengan menggandeng semua elemen masyarakat seperti sosialisasi ini dimaksudkan agar senantiasa tercipta kondusivitas di wilayah Kabupaten Kendal, khususnya saat digelarnya Pilkades serentak. (Humas DPRD Kendal)