dprd.kendalkab.go.id – DPRD Kabupaten Kendal mendukung para pelaku seni dan penyelenggara kegiatan beraktivitas kembali. Dukungan ini diberikan untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak akibat pandemic Covid-19.
Ketua DPRD Kendal, H Muhammad Makmun, mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak ke hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Dampak yang paling dirasakan, imbuhnya, perekomian masyarakat. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).

“Kita semua tentu tidak mengharapkan pandemi ini terjadi. Tapi semua ini sudah ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Di sinilah diperlukan kebijaksanaan. Di satu pihak protokol kesehatan diterapkan, tapi perekonomian masyarakat yang terdampak juga perlu dicarikan solusinya,” terang Makmun.
Lebih lanjut, politisi PKB itu mengapresiasi inisiatif Forpek yang telah menyambungkan komunikasi para pekerja seni dan pagelaran dengan pihak Pemerintah. Pihaknya mendukung usulan Forpek agar pagelaran dan hiburan dibuka kembali sepanjang memperhatikan protokol kesehatan. Terlebih melihat perkembangan kasus Covid-19 di kabupaten Kendal yang terus mengalami peningkatan.
“Saya melihat inisiatif yang luar biasa yang dilakukan Forpek. Tentu kita tidak ingin adanya event ini akan menjadi cluster baru penyebaran covid-19. Tapi saya yakin dari yang sudah disampaikan pengurus, dengan juknis yang lengkap tadi, bisa mengangtisipasi kekhawatiran tersebut,” tutur Makmun.
Senada, H Munawir, ketua Komisi A DPRD Kendal, mendukung agar sektor perekonomian masyarakat digeliatkan lagi. Pihaknya menyatakan siap membantu untuk menyosialisasikan ke para pemangku kebijakan terkait. Dengan petunjuk dan aturan teknis penyelenggaraan yang jelas, imbuhnya, masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk menyelenggarakan hajatan.

Sementara itu, Musthakim selaku ketua Forpek mengungkapkan, pihaknya telah menemui para pemangku kebijakan di tingkat daerah untuk menyampaikan aspirasi para anggotanya. Dikatakan, di dalam organisasinya ini tergabung beberapa komunitas pelaku seni dan pagelaran. Mereka menginginkan agar kegiatan kesenian dan hiburan dibuka kembali.
“Alhamdulilah, setelah kami bertemu dengan ibu bupati, menghadap bapak kapolres, semuanya bisa memaklumi dan mendukung aspirasi kami. Pada prinsipnya kami siap mematuhi protokol kesehatan. Malah kami diminta membantu pemerintah memutus rantai penularan covid dari event-event yang digelar di masyarakat,” terang Musthakim.
Bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan, Forpek menyatakan siap untuk memfasilitasi. Menurut Irham Dhanu, wakil ketua Forpek, pihak penanggungjawab event atau tuan rumah dapat menghubungi koordinator Forpek yang tersebar di enam wilayah. Selanjutnya akan diberikan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan sesuai protokol Covid-19.
Setelah dibaca dan dipahami, lanjutnya, kemudian penanggungjawab event dapat menandatangani surat pernyataan yang diketahui oleh ketua gugus covid kelurahan. Selanjutnya FORPEK mengeluarkan surat rekomendasi yang kemudian dilanjutkan ke Polsek wilayah dan Polres Kendal untuk mendapatkan perizinan.
“Memang agak rumit kelihatannya, namun masyarakat kami harapkan bisa memahami keadaan saat ini, agar semua bisa berjalan dengan baik dan mencegah penularan virus covid 19 di cluster hajatan,” terang Dhanu.
Diketahui, Forpek melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD Kendal untuk mengadukan aspirasi para anggotanya yang menginginkan kegiatan seni dan pagelaran dibuka kembali. Organisasi yang berdiri di tengah pandemi Covid-19 ini mewadahi sektor usaha di bidang penyelenggaraan event. Diantaranya persewaan tenda dan alat pesta, sound system, dekorasi, jasa tata rias, foto dan video, catering dan gedung dan kegiatan pelaku seni. (Humas DPRD Kendal)