BERITA

DPRD Akan Bentuk Tim Bersama Kaji Aduan Seleksi Perangkat Desa di Ngampel

Selasa, 02 Maret 2021
dprd.kendalkab.go.id - DPRD Kabupaten Kendal menggelar audiensi menindaklanjuti aduan terhadap pelaksanaan tes seleksi perangkat desa di Desa Kebonagung, Dempelrejo dan Winong kecamatan Ngampel yang dilaksanakan oleh STIE Semarang, Selasa (2/3/2021) di ruang rapat paripurna DPRD Kendal.
 
Pertemuan dihadiri puluhan perwakilan peserta seleksi perangkat desa dan sejumlah LSM sebagai pengadu. Juga panitia seleksi dan STIE Semarang sebagai pihak ketiga pelaksana test berbasis komputer. Selain itu, sejumlah instansi terkait seperti Dispermasdes, Diskominfo, Inspektorat dan Polres Kendal. Tak ketinggalan, paguyuban kepala desa dan sejumlah ormas dan elemen masyarakat lainnnya.
 
"Kami menerima banyak aduan dari masyarakat terkait pelaksanaan tes perangkat desa di Kecamatan Ngampel. Karena itu, pada hari ini kami panggil semua perwakilan peserta dan sejumlah LSM untuk dipertemukan dengan pihak pelaksana tes," ungkap Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun.
 
Seleksi perangkat desa dengan Computer Assisted Test (CAT) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017, kata Makmun, mengacu pada Perbup nomor 51 tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kabupaten Kendal. Menurutnya, Perbup tersebut telah melalui kajian yang panjang dan dianggap ideal untuk menjawab kebutuhan SDM aparatur pemerintahan desa sesuai amanat Undang Undang Desa.
 
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari peserta memaparkan sejumlah kejanggaan yang dialami dalam pelaksanaan CAT. Disampaikan, sebelum sampai di DPRD, peserta telah menyampaikan aduan dan permintaan tertulis kepada panitia namun tidak mendapatkan tanggapan.
 
"Kami sebagai masyarakat yang diwakili oleh para bapak ibu dewan mengadukan permasalahan ini karena permintaan kami ke panitia untuk mengklarifikasi aduan kami tidak ditanggapi. Bahkan kami sudah ke kecamatan dan Dispermasdes. Kami minta agar pihak pelaksana bisa memberikan penjelasan dan biar clear, server CAT bisa dibuka ke publik," kata Muhammad In'am.
 
Sementara itu, sejumlah LSM yang tergabung dalam LSM Kendal Bersatu meminta agar berbagai dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan seleksi dibuka seterang-terangnya agar tidak menimbulkan kegaduhan dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintahan desa.
 
Pertemuan berlangsung cukup alot dan menegangkan. Pihak STIE Semarang selaku pelaksana CAT merasa sudah melaksanakan sesuai prosedur dan mempersilakan server CAT dibuka untuk membuktikan aduan kejanggalan dari para peserta.
 
Sebagai tindaklanjut dari pertemuan, DPRD akan membentuk tim bersama yang melibatkan instansi terkait untuk mengkaji lebih dalam terhadap dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan seleksi perangkat desa di kecamatan Ngampel. (Humas DPRD Kendal)